Cara Mengatasi Windows Detected a Hard Disk Problem

Tips menghilangkan pesan error pada windows 7 “WINDOWS DETECTED A HARD DISK PROBLEM”

Seperti Gambar dibawah ini :
Pesan ini menginformasikan bahwa windows mendeteksi adanya kerusakan pada hard disk yang biasanya karena bad sector.
Informasi ini sebenarnya sangat membantu, akan tetapi sangat membosankan karena setiap kali kita menghidupkan komputer/laptop ataupun
sedang asyiknya kita bermain game,dll pesan error ini selalu saja muncul.
hal ini pernah terjadi pada laptop yang saya gunakan dan hal hasilnya pesan tersebut sudah tidak muncul lagi dengan bantuan Paman Google.
Jika sobat pun mengalami hal seperti ini yuk Sobat kita lihat petunjuk cara mengatasinya :
  1. Tekan kombinasi tombol “Windows(logo Windows)+R”
  2. Ketik “gpedit.msc” lalu tekan OK/enter.
  3. Layar baru akan terbuka “Local Group Policy Editor” lalu klik “Computer Configuration”>>”Administrative Templates”>>”System”>>”Troubleshooting and Diagnostics”>>”Disk Diagnostic”
  4. Akan terlihat di layar bagian kanan dua settingan yang harus di ubah yaitu : “Disk Diagnostic Configure Custom Alert Text” dan “Disk Diagnostic Configure Execution Level”
  5. Kedua setinggan tersebut diatas sobat Ubah State-nya menjadi Disable dengan cara : Klik dua kali setingan tersebut kemudian klik Disable lalu Apply atau langsung saja di OK.
  6. Setelah kedua settingannya selesai diubah restrat komputer/laptop sobat
  7. Lihat hasilnya, semoga pesan error tersebut tidak muncul lagi.
  8. Sukses

PORT DAN SOKET PADA KOMPUTER

Untuk berhubungan antara komponen komputer satu sama lainnya baik internal maupun external, di dalam CPU terdapat port dan Soket yang semuanya ada pada motherboard. Disini kita akan membahas apa kegunaan masing-masing port tersebut.

Untuk melihat lebih rinci dan lebih ditail, lihat gambar dari internal komputer dibawah ini.

safe_image

Sekarang, untuk lebih dalam mempelajari komputer, dimana salah satu komponen utama komputer adalah motherboard. Motherboard ini adalah induk dari semua komponen yang terpasang pada port atau soket yang ada pada motherboard. Berikut adalah gambar motherboard dengan komponen

safe_image (1)

Pada gambar diatas kita melihat beberapa soket dan port pada motherboard, mari kita mengulas satu persatu nama dan fungsi dari port dan soket pada motherboard tersebut.

Port Firewire: Firewire (IEEE 1394b) untuk mendukung 800MB/s untuk transfer kecepatan tinggi untuk kamera video eksternal dan disk drive eksternal.

PCIe x1 untuk mendukung kartu aksesori seperti adapter nirkabel dan TV tuner-. (Biasanya port ini ada 2)

PCIe x16 Soket tempat kartu grafis terbaru. Banyak motherboard memiliki 2 atau lebih slot PCIe x16 untuk pemasangan dan menjalankan dua kartu grafis secara bersamaan. Teknologi saat ini di upgrade untuk komponen PCI Express (PCIe). Dengan PCIe, data gambar atau video mengalir lebih cepat melalui kartu ekspansi VGA card.

Koneksi Audio Terintegrasi: Kebanyakan motherboard sekarang memiliki audio yang terintegrasi.

CPU Socket: Ini adalah tempat dipasangnya otak dari komputer (Processor), dan lebih dikenal dengan sebutan CPU (Central Processing Unit)

Fan Headers: Banyak komponen menghasilkan panas ke motherboard. Sangat penting menggunakan motherboard dengan header kipas yang banyak terpasang untuk untuk proses pembuangan panas. 2 pin dari header menyediakan daya pada fan, sedangkan pin yang ke 3 dari header berfungsi agar bios dapat mengontrol kecepatan putar fan tersebut.

Soket Memory: Pada slot ini dipasang memory card, ada beberapa Jenis memory dan pada motherboard terbaru saat ini biasanya sudah digunakan jenis memory DDR2 atau DDR3 dengan arsitektur dual channel.

Soket ATX Power: Ini adalah soket di mana konektor power ATX dari power supply dengan 20 +4 pin terhubung ke motherboard.

Serial ATA (SATA): SATA memiliki banyak keunggulan termasuk ramping, kabel fleksibel dan link serial sederhana. Semua motherboard saat ini memiliki dukungan SATA untuk hard drive terbaru serta drive optik. (Motherboard saat ini biasanya terpasang 2 atau 4 soket)

Header USB: Jumlah port USB pada komputer hanya dapat diakses menggunakan USB header internal. Setiap USB header internal dapat mendukung dua port USB tambahan dengan kecepatan penuh.

IDE: Ini adalah soket di mana ATA100/133 hard drive dan drive CD atau DVD optik terhubung jika komponen tersebut adalah tipe IDE.

Slot PCI: Ini adalah slot ekspansi di mana berbagai kartu plug in, pada soket ini dapat dipasang beberapa kartu ekspansi seperti kartu modem, kartu jaringan dan lain-lain ke komputer.

Slot AGP: The Accelerated Graphics Port adalah kecepatan tinggi point-to-point saluran untuk melampirkan kartu grafis terutama untuk membantu dalam percepatan grafik komputer 3D. Sejak tahun 2004, AGP dihapus dan digantikan dengan soket PCI Express (PCIe).

BIOS : Merupakan memory permanen tempat tersimpannya data penanggalan serta pengaturan dari komponen komputer.

Chipset : Merupakan sebuah IC yang berfungsi untuk mengontrol penggunaan daya dan transfer dapat pada soket maupun port yang terpasang pada motherboard.

CMOS Baterai: Baterai ini digunakan untuk mempertahankan memori dari chip CMOS yang berisi hal-hal seperti tanggal, waktu, jenis perangkat keras dan pengaturan lainnya khusus untuk komputer ini.
Tata letak dari soket atau port yang terpasang pada berbagai jenis motherboard berbeda, sehingga anda tidak harus menghapal tata letak soket ataupun port yang ada pada contoh gambar diatas, tetapi anda dapat melihat bentuk dari port atau soket yang ada untuk disamakan pada motherboard yang anda miliki.

Jenis port Rear Panel

Selain dari yang tampak pada motherboard, bila telah dipasang pada chasing, maka dibagian belakang CPU juga akan tampak beberapa jenis port dan soket seperti ditunjukkan pada gambar dibawah ini :

safe_image (2)

Port paralel (LPT1 atau LPT2) ; Port bagi peralatan yang bekerja dengan transmisi data secara paralel. Contoh peralatannya adalah printer dan scanner.

Port Serial (Com 1, Com 2) ; Port bagi peralatan yang bekerja dengan transmisi data secara serial. Contoh peralatan yang menggunakan port ini adalah mouse dan modem.

Port AT/PS2 ; Umumnya digunakan untuk masukan konektor keyboard dan mouse.

Port USB (Universal serial bus) ; Port bagi peralatan yang bekerja dengan transmisi data secara serial. Contoh peralatan yang menggunakan port ini adalah camera digital, scanner, printer USB, handycam, dan peraltan tambahan eksternal.

Port VGA ; Port yang berhubungan langsung dengan layar. Port ini terdapat pada motherboard yang menggunakan chipset VGA on board atau menggunakan VGA card yang diletakkan pada slot AGP.apabila didalam motherboard belum terdapat port VGA maka harus menambah VGA Card.

Port Audio ; Port yang berhubungan langsung dengan peraltan audio, misalnya tape, radio, speaker, atau mikrofon. Motherboard sekarang sudah banyak yang menggunakan chipset audio on-board.

Port LAN ; Port yang dihubungkan dengan kabel LAN/jaringan yang menggunakan kabel konektor jenis RJ45. Port ini sudah terdapat pada motheboard, karena seringkali chipset motherboard sudah memberikan fasilitas LAN on-board pada motherboardnya.

 

Thanks To : http://dunovteck.wordpress.com/2011/10/31/port-dan-soket-pada-komputer/

Mari Belajar: RAID

RAID 0
Juga dikenal dengan modus stripping. Membutuhkan minimal 2 harddisk. Sistemnya adalah menggabungkan kapasitas dari beberapa harddisk. Sehingga secara logikal hanya “terlihat” sebuah harddisk dengan kapasitas yang besar (jumlah kapasitas keseluruhan harddisk).

Pada awalnya, RAID 0, digunakan untuk membentuk sebuah partisi yang sangat besar dari beberapa harddisk dengan biaya yang efisien.

Misalnya:
Kita membutuhkan suatu partisi dengan ukuran 500GB. Harga sebuah harddisk berukuran 100GB adalah Rp.500.000,- sedangkan harga harddisk berukuran 500GB adalah Rp.5.000.000,-. Nah, kita dapat membetuk suatu partisi berukuran 500GB dari 5 unit harddisk berukuran 100GB dengan menggunakan RAID 0. Tentunya skenario ini lebih murah karena memakan biaya lebih murah: 5 x Rp.500.000,- = Rp.2.500.000,-. Lebih murah daripada harus membeli harddisk yang berukuran 500GB. Itulah kenapa pada awalnya disebut redundant array of inexpensive disk.

Contoh lain:
Pada saat ini ukuran harddisk terbesar yang tersedia di pasaran adalah 500GB, sedangkan kita membutuhkan suatu partisi dengan ukuran 2TB. Nah, kita dapat membeli 4 unit harddisk berkapasitas 500GB dan mengkonfigurasinya dengan RAID 0, sehingga kita dapat memiliki suatu partisi berkururan 2TB tanpa harus menunggu harddisk dengan kapasitas sebesar itu tersedia di pasar.

Data yang ditulis pada harddisk-harddisk tersebut terbagi-bagi menjadi fragmen-fragmen. Dimana fragmen-fragmen tersebut disebar di seluruh harddisk. Sehingga, jika salah satu harddisk mengalami kerusakan fisik, maka data tidak dapat dibaca sama sekali.

Namun ada keuntungan dengan adanya fragmen-fragmen ini: kecepatan. Data bisa diakses lebih cepat dengan RAID 0, karena saat komputer membaca sebuah fragmen di satu harddisk, komputer juga dapat membaca fragmen lain di harddisk lainnya.

RAID 1
Biasa disebut dengan modus mirroring. Membutuhkan minimal 2 harddisk. Sistemnya adalah menyalin isi sebuah harddisk ke harddisk lain dengan tujuan: jika salah satu harddisk rusak secara fisik, maka data tetap dapat diakses dari harddisk lainnya.

Contoh:
Sebuah server memiliki 2 unit harddisk yang berkapasitas masing-masing 80GB dan dikonfigurasi RAID 1. Setelah beberapa tahun, salah satu harddisknya mengalami kerusakan fisik. Namun data pada harddisk lainnya masih dapat dibaca, sehingga data masih dapat diselamatkan selama bukan semua harddisk yang mengalami kerusakan fisik secara bersamaan.

RAID 2
RAID 2, juga menggunakan sistem stripping. Namun ditambahkan tiga harddisk lagi untuk pariti hamming, sehingga data menjadi lebih reliable. Karena itu, jumlah harddisk yang dibutuhkan adalah minimal 5 (n+3, n > 1). Ketiga harddisk terakhir digunakan untuk menyimpan hamming code dari hasil perhitungan tiap bit-bit yang ada di harddisk lainnya.

Contoh:
Kita memiliki 5 harddisk (sebut saja harddisk A,B,C, D, dan E) dengan ukuran yang sama, masing-masing 40GB. Jika kita mengkonfigurasi keempat harddisk tersebut dengan RAID 2, maka kapasitas yang didapat adalah: 2 x 40GB = 80GB (dari harddisk A dan B). Sedangkan harddisk C, D, dan E tidak digunakan untuk penyimpanan data, melainkan hanya untuk menyimpan informasi pariti hamming dari dua harddisk lainnya: A, dan B. Ketika terjadi kerusakan fisik pada salah satu harddisk utama (A atau B), maka data tetap dapat dibaca dengan memperhitungkan pariti kode hamming yang ada di harddisk C, D, dan E.

RAID 3
RAID 3, juga menggunakan sistem stripping. Juga menggunakan harddisk tambahan untuk reliability, namun hanya ditambahkan sebuah harddisk lagi untuk parity.. Karena itu, jumlah harddisk yang dibutuhkan adalah minimal 3 (n+1 ; n > 1). Harddisk terakhir digunakan untuk menyimpan parity dari hasil perhitungan tiap bit-bit yang ada di harddisk lainnya.

Contoh kasus:
Kita memiliki 4 harddisk (sebut saja harddisk A,B,C, dan D) dengan ukuran yang sama, masing-masing 40GB. Jika kita mengkonfigurasi keempat harddisk tersebut dengan RAID 3, maka kapasitas yang didapat adalah: 3 x 40GB = 120GB. Sedangkan harddisk D tidak digunakan untuk penyimpanan data, melainkan hanya untuk menyimpan informasi parity dari ketiga harddisk lainnya: A, B, dan C. Ketika terjadi kerusakan fisik pada salah satu harddisk utama (A, B, atau C), maka data tetap dapat dibaca dengan memperhitungkan parity yang ada di harddisk D. Namun, jika harddisk D yang mengalami kerusakan, maka data tetap dapat dibaca dari ketiga harddisk lainnya.

RAID 4
Sama dengan sistem RAID 3, namun menggunakan parity dari tiap block harddisk, bukan bit. Kebutuhan harddisk minimalnya juga sama, 3 (n+1 ; n >1).

RAID 5
RAID 5 pada dasarnya sama dengan RAID 4, namun dengan pariti yang terdistribusi. Yakni, tidak menggunakan harddisk khusus untuk menyimpan paritinya, namun paritinya tersebut disebar ke seluruh harddisk. Kebutuhan harddisk minimalnya juga sama, 3 (n+1 ; n >1).

Hal ini dilakukan untuk mempercepat akses dan menghindari bottleneck yang terjadi karena akses harddisk tidak terfokus kepada kumpulan harddisk yang berisi data saja.

RAID 6
Secara umum adalah peningkatan dari RAID 5, yakni dengan penambahan parity menjadi 2 (p+q). Sehingga jumlah harddisk minimalnya adalah 4 (n+2 ; n > 1). Dengan adanya penambahan pariti sekunder ini, maka kerusakan dua buah harddisk pada saat yang bersamaan masih dapat ditoleransi. Misalnya jika sebuah harddisk mengalami kerusakan, saat proses pertukaran harddisk tersebut terjadi kerusakan lagi di salah satu harddisk yang lain, maka hal ini masih dapat ditoleransi dan tidak mengakibatkan kerusakan data di harddisk bersistem RAID 6.

Kesimpulan dan Saran
Banyak manfaat yang didapat dengan konfigurasi RAID, yakni kecepatan, reliabilitas data, dan toleransi kesalahan. Namun belum lengkap rasanya jika membahas RAID tanpa membahas hot-swappable harddisk, juga beberapa konfigurasi lanjut seperti RAID 0+1 atau RAID 1+0.

SUMBER:http://adha.ms/p/85/mari-belajar-raid/

Memori Internal Dan Memori External

Memori Internal
Lokasi Memori
Ada tiga lokasi keberadaan memori di dalam sistem komputer, yaitu:
1. Memori lokal
– Memori ini built-in berada dalam CPU (mikroprosesor),
– Memori ini diperlukan untuk semua kegiatan CPU,
– Memori ini disebut register.
2. Memori internal
– Berada di luar CPU tetapi bersifat internal terhadap sistem komputer,
– Diperlukan oleh CPU untuk proses eksekusi (operasi) program, sehingga dapat diakses secara
langsung oleh prosesor (CPU) tanpa modul perantara,
– Memori internal sering juga disebut sebagai memori primer atau memori utama.
– Memori internal biasanya menggunakan media RAM
3. Memori eksternal
– Bersifat eksternal terhadap sistem komputer dan tentu saja berada di luar CPU,
– Diperlukan untuk menyimpan data atau instruksi secara permanen.
– Tidak diperlukan di dalam proses eksekusi sehingga tidak dapat diakses secara langsung oleh
prosesor (CPU). Untuk akses memori eksternal ini oleh CPU harus melalui pengontrol/modul I/O.
– Memori eksternal sering juga disebut sebagai memori sekunder.
– Memori ini terdiri atas perangkat storage peripheral seperti : disk, pita magnetik, dll.

Kapasitas Memori
– Kapasitas register (memori lokal) dinyatakan dalam bit.
– Kapasitas memori internal biasanya dinyatakan dalam bentuk byte (1 byte = 8 bit) atau word. Panjang word umum adalah 8, 16, dan 32 bit.
– Kapasitas memori eksternal biasanya dinyatakan dalam byte.

Satuan Transfer (Unit of Transfer)
Satuan transfer sama dengan jumlah saluran data yang masuk ke dan keluar dari modul memori.
– Bagi memori internal (memori utama), satuan transfer merupakan jumlah bit yang dibaca atau yang dituliskan ke dalam memori pada suatu saat.
– Bagi memori eksternal, data ditransfer dalam jumlah yang jauh lebih besar dari word, dalam hal ini dikenal sebagai block.

Metode Akses Memori
Terdapat empat jenis pengaksesan satuan data, sbb.:
– Sequential Access
– Direct Access
– Random Access
– Associative Access
Sequential Access
– Memori diorganisasikan menjadi unit-unit data, yang disebut record.
– Akses dibuat dalam bentuk urutan linier yang spesifik.
– Informasi pengalamatan dipakai untuk memisahkan record-record dan untuk membantu proses pencarian.
– Mekanisme baca/tulis digunakan secara bersama (shared read/write mechanism), dengan cara berjalan menuju lokasi yang diinginkan untuk mengeluarkan record.
– Waktu access record sangat bervariasi.
– Contoh sequential access adalah akses pada pita magnetik.

Direct Access
– Seperti sequential access, direct access juga menggunaka shared read/write mechanism, tetapi setiap blok dan record memiliki alamat yang unik berdasarkan lokasi fisik.
– Akses dilakukan secara langsung terhadap kisaran umum (general vicinity) untuk mencapai lokasi akhir.
– Waktu aksesnya bervariasi.
– Contoh direct access adalah akses pada disk.

Random Access
– Setiap lokasi dapat dipilih secara random dan diakses serta dialamati secara langsung.
– Waktu untuk mengakses lokasi tertentu tidak tergantung pada urutan akses sebelumnya dan bersifat konstan.
– Contoh random access adalah sistem memori utama.

Associative Access
– Setiap word dapat dicari berdasarkan pada isinya dan bukan berdasarkan alamatnya.
– Seperti pada RAM, setiap lokasi memiliki mekanisme pengalamatannya sendiri.
– Waktu pencariannya tidak bergantung secara konstan terhadap lokasi atau pola access sebelumnya.
– Contoh associative access adalah memori cache.

Kinerja Memori
Ada tiga buah parameter untuk kinerja sistem memori, yaitu :
1. Waktu Akses (Access Time)
– Bagi RAM, waktu akses adalah waktu yang dibutuhkan untuk melakukan operasi baca atau tulis.
– Bagi non RAM, waktu akses adalah waktu yang dibutuhkan untuk melakukan mekanisme baca tulis pada lokasi tertentu.
2. Waktu Siklus (Cycle Time)
Waktu siklus adalah waktu akses ditambah dengan waktu transien hingga sinyal hilang dari saluran sinyal atau untuk menghasilkan kembali data bila data ini dibaca secara destruktif.®
3. Laju Pemindahan (Transfer Rate)
Transfer rate adalah kecepatan pemindahan data ke unit memori atau ditransfer dari unit memori.
– Bagi RAM, transfer rate sama dengan 1/(waktu siklus).
– Bagi non-RAM, berlaku persamaan sbb.:

TN = Waktu rata-rata untuk membaca atau menulis sejumlah N bit.
TA = Waktu akses rata-rata
N = Jumlah bit
R = Kecepatan transfer, dalam bit per detik (bps)

Tipe Fisik Memori
Ada dua tipe fisik memori, yaitu :
– Memori semikonduktor, memori ini memakai teknologi LSI atau VLSI (very large scale integration).
Memori ini banyak digunakan untuk memori internal misalnya RAM.
– Memori permukaan magnetik, memori ini banyak digunakan untuk memori eksternal yaitu untuk disk atau pita magnetik.

Karakteristik Fisik
Ada dua kriteria yang mencerminkan karakteristik fisik memori, yaitu:
– Volatile dan Non-volatile
a. Pada memori volatile, informasi akan rusak secara alami atau hilang bila daya listriknya dimatikan.
b. Pada memori non-volatile, sekali informasi direkam akan tetap berada di sana tanpa mengalami kerusakan sebelum dilakukan perubahan. Pada memori ini daya listrik tidak diperlukan untuk mempertahankan informasi tersebut.
Memori permukaan magnetik adalah non volatile.
Memori semikonduktor dapat berupa volatile atau non volatile.
– Erasable dan Non-erasable
a. Erasable artinya isi memori dapat dihapus dan diganti dengan informasi lain.
b. Memori semikonduktor yang tidak terhapuskan dan non volatile adalah ROM.

Memori External

Luar. Diluar lingkungan.

External memory

Simpanan luar, karena terletak di luar alat proses

a. Memory

Bagian dari komputer yang berfungsi untuk menyimpan data dan program.

External input

Input ekstern. Input yang berasar dari luar organisasi (organization).

External Delay

Penundaan waktu pengoperasian komputer disebabkan oleh faktor-faktor dari luar sistem komputer, dala…

External Error

Kesalahan fungsi komputer yang disebabkan oleh ketidakberesan alat-alat eksternal.

External Files

File yang tidak langsung diambil oleh browser seperti beberapa format gambar, suara, video dan file …

b. Memory Card

Kartu Memory. Adalah sebuah kartu seukuran kartu kredit yang berisi modul memory yang berfungsi seba…

c. Memory chip

Chip yang berfungsi sebagai media penyimpan program dan data, pada chip ini tersedia Random Access M…

d. Memory read

proses pembacaan memori.

e. Memory write

Penulisan memori.

External command

Perintah yang dimuatkan ke dalam memori apabila perintah tersebut dipanggil.
External storage

Media penyimpanan yang berada di luar memori utama, seperti harddisk, disket, CD, dan sebagainya.

External coupling

Modul mengikat lingkungan eksternal keperangkat lunak.

External security

Keamanan eksternal. Berkaitan dengan pengamanan fasilitas komputer dari penyusup dan bencana seperti…

External input

Input ekstern. Input yang berasar dari luar organisasi (organization).

External Delay

Penundaan waktu pengoperasian komputer disebabkan oleh faktor-faktor dari luar sistem komputer, dala…

External Error

Kesalahan fungsi komputer yang disebabkan oleh ketidakberesan alat-alat eksternal.

External Files

File yang tidak langsung diambil oleh browser seperti beberapa format gambar, suara, video dan file.

Continue reading →

Metode Akses

Metode Akses.

 

 

Sequential Access. Memori    diorganisasikan menjadi unit-unit data yang disebut  record.

Dalam ilmu komputer , akses sekuensial berarti bahwa sekelompok elemen (misalnya data dalam array memori atau file disk atau penyimpanan data magnetik pita ) diakses dalam, ditentukan memerintahkan urutan . Akses sekuensial kadang-kadang satu-satunya cara untuk mengakses data, misalnya jika pada tape. Hal ini juga dapat menjadi metode akses pilihan, misalnya jika kita hanya ingin memproses urutan elemen data dalam rangka.[ 1 ]

Dalam struktur data , struktur data dikatakan memiliki akses sekuensial jika seseorang hanya dapat mengunjungi nilai-nilai yang dikandungnya dalam satu urutan tertentu. Contoh kanonik adalah linked list . Pengindeksan ke dalam daftar yang memiliki akses sekuensial memerlukan O ( k ) waktu, di mana k adalah indeks. Akibatnya, banyak algoritma seperti quicksort dan pencarian biner berubah menjadi algoritma buruk yang bahkan kurang efisien daripada alternatif naif mereka, algoritma ini tidak praktis tanpa akses acak . Di sisi lain, beberapa algoritma, biasanya mereka yang tidak indeks, hanya memerlukan akses sekuensial, seperti mergesort , dan menghadapi denda apapun.

–     Direct Access. Direct Access meliputi shared read/write  mechanism. Setiap blok dan     record memiliki alamat-alamat  yang unik  berdasarkan lokasi fisik.

DirectAccess adalah teknologi VPN-seperti yang menyediakan intranet konektivitas ke komputer klien bila mereka terhubung ke Internet. Tidak seperti banyak tradisional VPN koneksi, yang harus dimulai dan diakhiri oleh aksi pengguna eksplisit, koneksi DirectAccess dirancang untuk menghubungkan secara otomatis segera setelah komputer terhubung ke Internet. DirectAccess diperkenalkan pada Windows Server 2008 R2 , menyediakan layanan ini untuk Windows 7 klien (edisi Ultimate dan Enterprise saja). Pada tahun 2010, Microsoft Forefront Bersatu Access Gateway (UAG) dirilis, yang menyederhanakan [ 1 ] [ 2 ] penyebaran DirectAccess, dan termasuk komponen tambahan yang memudahkan untuk mengintegrasikan tanpa perlu menggunakan IPv6pada jaringan, dan dengan didedikasikan user interface untuk konfigurasi dan monitoring. Dengan Windows Server 2012 , DirectAccess akan terintegrasi [ 3 ] ke dalam sistem operasi, menyediakan antarmuka pengguna untuk mengkonfigurasi tanpa UAG. Antarmuka baru ini merupakan bagian dari Remote Access Bersatu (URA). Dengan URA, layanan akan mendukung Windows 7 dan 8 Windows klien. Beberapa syarat-syarat dan keterbatasan yang merupakan bagian dari desain DirectAcccess dengan Windows Server 2008 R2 dan UAG telah diubah (lihat persyaratan di bawah ini). Sementara DirectAccess didasarkan pada teknologi Microsoft, solusi pihak ketiga ada untuk mengakses UNIX dan Linux server melalui DirectAccess.

 

sumber http://en.wikipedia.org/wiki/DirectAccess http://en.wikipedia.org/wiki/Sequential_access

Hello world!

Welcome to WordPress.com! This is your very first post. Click the Edit link to modify or delete it, or start a new post. If you like, use this post to tell readers why you started this blog and what you plan to do with it.

Happy blogging!